Jumat, 01 Maret 2013

Smadha Got Talent (SGT)

Smadha Got Talent atau disingkat SGT adalah acara yang diadakan oleh OSIS Smadha di seriap serangkaian acara menyambut ulang tahun sekolah SMA N 2 Purwokerto. Acara ini diwajibkan bagi seluruh kelas, mulai dari kelas X, XI dan XII.
Dalam pementasanya, biasanya tiap kelas mengirimkan perwakilan atau bahkan seluruh anggota kelas untuk mengikuti acara tersebut. Dan tiap-tiap kelas mempersiapkan untuk penampilan kelas mereka masing-masing. Tak terkecuali kelas ku tercinta XI IPA 4.
XI IPA 4 terdiri dari 32 anak dengan sikap, watak dan perilaku yang berbeda-beda tentunya. Sangat sulit menyatukan pikiran 32 kepala dalam waktu singkat.
Persiapan Smadha got talent yang dilaksanakan pada hari Kamis, 28 February itu baru di bahas pada hari Selasa, 26 February. Itu pun hanya sebagian dari anggota kelas saja yang berpartisipasi.
Dengan usulan ide dari Wahyu Aji untuk menampilkan drama musikal komedy yang menceritakan kehidupan dari bayi hingga tua. Dengan sedikit sentuhan guyon dariku maka cerita itu kubuat menjadi "Cerita Cinta Bajie Habibie dan Aninun". yang terinspirasi dari film Habibie&Ainun.

Latihan pertama kita mulai pada pukul 17.30 pada hari Rabu, atau sehari sebelum pentas. Semua anggota kelas ikut bagian dalam peran kecuali anggota Osis karena memang tidak diperkenankan,
Lelah? tentu. Karena kita berlatih hingga pukul 22.00

Property yang dibutuhkan cukup banyak dan merupakan barang yang mungkin tidak ada ukuran yang pas. Seperti rok SD yang harus dipakai oleh teman saya yang badanya cukup bongsor. (hehe)

Tapi yaa.. memang sepertinya kita sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada kebersamaan, kekompakan dan pengorbanan. Semua property lengkap, gerakan sudah mantap, musik sudah siap dan tekat sudah bulat.

Sebenarnya bukan menang yang kita harapkan. Kenapa? karena memang penampilan kita sudah diluar dari tema yang seharusnya bertema "kebudayaan" . Tapi taukah? tiba-tiba perwakilan dari dewan juri mendatangi kami dan menawarkan kepada kami untuk berpartisipasi dalam kemeriahan panggung expo esok hari. Tapi karena berbagai faktor seperti banyak anggota kelas yang sibuk mempersiapkan untuk acara expo, juga kurangnya latihan untuk memantapkan kekompakan.

Sepertinya sudah bercerita terlalu panjang, inilah beberapa foto yang berhasil diabadikan:
Saat Gladi bersih di kelas, 10 Menit sebelum pentas.


Closing saat pentas

Berfoto bersama seluruh pemain

Cinta butuh waktu

Butuh 1,5 Semester untuk bisa seperti ini. Dan semoga kedepanya bisa lebih baik, lebih kompak, lebih saling menyatu satu sama lain. Aamin :)
@OfficialPARAMPA
Share:

Sabtu, 16 Februari 2013

Kalo bisa terbang



Sudah berulang kali kalimat ini kukatakan: kalo bisa nulis aku nulis, kalo bisa nyanyi aku nyani, kalo bisa lari aku lari, kalo bisa ngomong aku ngomong, apalagi kalo bisa terbang.


Itu hanya kalimat yang menggambarkan bahwa adanya suatu hal yang tak bias kuungkapkan pada siapapun. Suatu hal yang akan sangat lebih baik jika kupendam. Hati ini berkecamuk, hati ini pula yang menenangkan dan memberi solusi.

 Jika bisa ku kendalikan emosi, maka semua akan baik-baik saja. Jika tidak, yang ku takutkan adalah melukai hati seseorang, menyakiti seseorang apalagi hingga membuat seseorang benci terhadapd iriku. Aku hampir dewasa dan telah banyak pelajaran hidup yang ku dapatkan selama 16 tahun terakhir. Mulai bisa ku membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mekipun kadang sudah tau sesuatu hal itu buruk dan aku tetap melakukannya.

Mengatas nama kan seorang manusia yang memiliki nafsu untuk menjawab semua hal buruk yang telah dilakukan sepertinya adalah jawaban yang kurang bertanggung jawab. Karna seorang manusia yang baik adalah seseorang yang bisa mengendalikan nafsu mereka.

Kesalahan yang telah dilakukan seharusnya adalah hal yang membuat kita bangkit dan belajar menjadi lebih baik. Menjadi lebih tahu apa yang seharusnya dilakukan agar tidak kembali ke kesalahan tersebut.

Dan terkadang apa yang telah diniati tak semudah apa yang harus dijalani. Tapi niat merupakan langkah terbaik untuk mengawali suatu perubahan untuk menjadi lebih baik. Lalu selanjutnya disertai usaha, harapan dan do’a. yakin lah bisa, percayalah mampu.


Maka hal yang tak bisa terungkap kan bukanlah hal yang terpendam sebagai penyakit. Tapi dipendam sebagai penyemangat untuk terus maju.
 
Share: